Tutorial Transfer Domain

Pertanyaan: Bagaimanakah Cara Transfer Domain Dari Satu Registrar ke Registrar Lainnya?

Berikut tahapan cara transfer domain.
  1. Pertama login ke halaman panel domain registrar lama.
  2. Klik pada menu link "Domains ⇒ List All Orders".
  3. Klik pada nama domain yang ingin ditransfer.
  4. Pastikan status "Theft Protection" domain "Disable". Jika status aktif "Enabled", klik pada link "Change" di sebelah kanannya. Selanjutnya tekan tombol "Disable", jika Theft Protection berhasil di disable akan keluar informasi pemberitahuan yang bertuliskan "Theft Protection has been disabled for your Domain Name".
  5. Selanjutnya pada bagian "Name Servers", pastikan name servernya sudah terisi dengan benar (sesuai dengan NS hosting provider) dikarenakan NS tidak bisa diganti selama proses transfer domain berjalan.
  6. Syarat wajib transfer domain salah satunya adalah harus tahu EPP Code domain yang ingin ditransfer. Untuk melihatnya klik pada "Domain Secret", kemudian klik link "here" (lebih jelasnya lihat gambar). Setelah klik link "here" anda bisa melihat domain secretnya (EPP Code), lihat pada bagian "Current Domain Secret".
  7. Setelah Theft Protection di disable & EPP Code sudah didapat, login ke panel reseller domain baru. Klik pada "Products ⇒ Domain Registration ⇒ Transfer".
  8. Akan keluar window/tab baru. Pastikan user pada panel kotak pojok kanan atas login sebagai user / owner domain yang ingin di transfer. Jika login sebagai user lain, klik pada link "(Change User)".
  9. Jika sudah sesuai, klik link "Transfer Domain".
  10. Pada field "Domain Name" isikan dengan nama domain berserta ekstensi tld domainnya. "Transfer Auth Code" isikan dengan EPP Code yang diperoleh dari tahap sebelumnya.
  11. Pastikan sekali lagi pemilik domain pada bagian "Owner (Registrant Contact)" sesuai dengan pemilik domain. Jika belum sesuai klik link "Click here to edit these now.". Jika sudah, klik tombol "Continue »".
  12. Centang checkbox "I agree to the NO SPAM POLICY and the Terms and Conditions for the above Services." Klik tombol "Proceed to Payment".
  13. Centang radio button "Execute the request(s), but cancel the Invoice(s). That way your Customer will not have to Pay for these Invoice(s) at all. The Associated Action(s) will be executed and invoice(s) will be reversed by raising appropriate Credit Note(s).". Klik tombol "Execute the above Requests without receiving a Payment".
  14. Proses transfer domain sudah selesai. Tinggal tunggu approval dari contact admin & registrar lama.
  15. Jika transfer domain sudah di approve oleh admin contact domain & registrar lama, domain resmi selesai di transfer.
Panduan beserta screenshot gambar dapat dilihat di: http://www.amdhost.net/kb/reseller-domain/tutorial-transfer-domain.php

Tutorial Setup Domain (Reseller Domain)

Pertanyaan: Bagaimana cara membuat (memesan/publish) nama domain baru pada halaman domain panel reseller?
  1. Pertama login ke halaman member member reseller domain anda (http://portal.amdhost.net/reseller).
  2. Untuk memesan/membuat domain baru, klik pada menu "Products ⇒ Domain Registration ⇒ Check Availability".
  3. Selanjutnya akan keluar halaman pemesanan (order) domain. Pastikan pada halaman sebelah pojok kanan atas login sebagai customer pemesan domain. Jika belum, klik pada link "Login" atau "Change User" jika status sudah login namun memakai user lain. Selanjutnya isikan detail login customer terkait (username / email & password). (Lebih jelasnya lihat gambar di bawah).
  4. Jika tidak tahu password user terkait, anda bisa membuat password sementara untuk user bersangkutan. Caranya klik pada menu "Customer ⇒ List". Kemudian klik pada nama customernya, klik lagi pada tombol "Generate Temp. Password". Password sementara untuk user terkait berhasil dibuat. (Lebih jelasnya lihat gambar).
  5. Setelah berhasil login, klik pada link "Register Domain", ketikkan nama domain yang ingin didaftarkan & klik pada tombol "Search for Domain name(s)". (lebih jelasnya lihat gambar).
  6. Jika domain tersedia, maka akan keluar halaman order seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Pastikan TLD domain yang akan dipesan tercentang, selanjutnya klik pada tombol "Add To Cart »".
  7. Pada halaman selanjutnya yang muncul pastikan nama owner domain sesuai/sama dengan pihak pemesan, atau klik link "Edit" untuk edit owner domain. Klik tombol "Continue »" untuk melanjutkan. (Lebih jelasnya lihat pada gambar di bawah).
  8. Jika anda yakin semua data informasi dan domain yang dipesan sudah benar, centang checkbox "I agree to the NO SPAM POLICY and the Terms and Conditions for the above Services.". Untuk melanjutkan, klik pada tombol "Proceed to Payment".
  9. Pada langkah terakhir pemesanan domain ini, klik pada radio button "Execute the request(s), but cancel the Invoice(s). That way your Customer will not have to Pay for these Invoice(s) at all. The associated action(s) will be executed and invoice(s) will be reversed by raising appropriate Credit Note(s).".

    Klik tombol "Execute the above Requests without receiving a Payment". (Lebih jelasnya lihat gambar di bawah).
  10. Jika order domain berhasil, maka status yang muncul adalah "Domain registration completed Successfully". Namun jika status ini bertuliskan "Order Locked In Processing" manandakan saldo deposit domain tidak mencukupi (kurang). (Lebih jelasnya lihat gambar di bawah).

Article Source: http://www.amdhost.net/kb/reseller-domain/tutorial-membuat-domain-baru.php

Tips Memilih Hosting Provider

Pertimbangan Penting Dalam Mencari Hosting Provider yang Dapat Diandalkan Namun Dengan Harga Terjangkau.

Hal-hal apa saja yang umumnya dipertimbangkan oleh para webmaster seperti halnya anda dalam memilih hosting provider yang bagus? Tidak berbeda dengan pebisnis online maupun blogger lainnya dibelahan bumi ini, anda harus mencari hosting provider yang tidak hanya memberikan fitur pelayanan terbaik namun harga yang terjangkau (masuk akal / reasonable cost) patut juga diperhatikan.

Jika anda sekarang sedang mencari hosting provider dengan pelayan dan fitur terbaik, tetap selalu perhatikan point-point penting berikut ini, sehingga uang dan waktu berharga anda tidak terbuang percuma dikarenakan tidak ada kecocokan antara hosting provider dan kebutuhan situs anda.

Selengkapnya

Cons of "Free Web Hosting (Webhosting Gratis)"

Pendatang baru ataupun webmaster baru dalam dunia hosting umumnya bingung memilih dimana sebaiknya menempatkan file-file situs mereka. Selalu dihadapkan pada dua alternatif pilihan, memakai jasa hosting bayar atau hosting gratis. Alternatif pertama yang diambil umumnya mereka akan lebih tertarik dengan hosting gratis, karena semua orangpun tahu memakai jasa hosting ini sepenuhnya gratis. Dan juga karena adanya pemikiran yang kurang tepat, bahwa mereka berasumsi akan mendapatkan fitur-fitur hosting yang sama seperti halnya akan didapat jika memakai jasa hosting berbayar.

Meskipun bagi dirinya sendiri tidak menjadi masalah jika memakai jasa hosting gratis, tapi sebagai webmaster baru mereka tidak menyadari akan rawannya resiko yang timbul dari memakai jasa layanan hosting gratis ini. Saya rasa jika mereka tahu, mereka akan merubah opininya dan mulai mencari hosting berbayar untuk hosted situs mereka.

Jadi langsung saja, berikut beberapa alasan mengapa anda harus berpikir dua kali jika ingin memakai jasa hosting gratis untuk hosted situs:

  1. Tidak diperbolehkan memakai custom domain names.

    Ketika anda daftar menjadi member, kabanyakan provider hosting gratis tidak memberikan / mengijinkan memakai nama domain sendiri (custom domain) untuk situs anda. Tapi sebaliknya mereka akan memberikan sub-domain gratis untuk akses situs anda.

    Jika mendaftar menjadi member provider hosting gratis "hosting-gratis.biz" misalnya, maka alamat url situs yang akan anda miliki kurang lebih menjadi "situs-anda.hosting-gratis.biz". Jadi bayangkan saja panjangnya alamat url situs baru itu, sangat susah alamat url ini diingat oleh visitor jika mereka ingin berkunjung dikemudian hari.

    Saran: Jika anda masih memutuskan hosted situs memakai jasa provider hosting gratis, pastikan hosting gratis ini mendukung / memperbolehkan memakai nama domain sendiri (custom domain).

  2. Fitur hosting yang diberikan sangatlah terbatas.

    Meskipun beberapa fitur hosting yang diberikan sangat terbatas (minim), namun kebanyakan provider layanan hosting gratis saat ini memberikan space dan bandwidth yang cukup besar. Tapi apalah artinya space & bandwidth yang besar jika tidak ada fitur penting lainnya seperti database MySQL, autobackup data, eMail account dan beberapa fitur penting lainnya.

    Akan banyak ditemukan fitur yang sangat terbatas pada beberapa provider layanan hosting gratis ini, mungkin mereka hanya memberikan satu database dan penyedia hosting gratis lainnya mungkin malah tidak memberikan sama sekali. Intinya member tidak akan mempunyai keleluasaan untuk menginstall script di situsnya seperti script WordPress, forum, blog, Joomla dan lain sebagainya.

    Saran: Jika masih memutuskan memakai jasa layanan hosting gratis, pastikan mereka menyediakan fitur yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan situs anda.

  3. Support layanan hosting sangat minim.

    Jika ada masalah teknis pada situs / website, 90% provider hosting gratis ini tidak akan memberikan support kepada customer mereka. Alasannya simpel, customer sama sekali tidak memberikan kontribusi materi (uang) untuk memakai jasa hosting ini. Kalau sudah begitu, apa alasan provider hosting gratis ini mau bersusah payah memberikan support kepada para membernya?

    Saran: Jika masih memutuskan memakai layanan hosting gratis, pastikan anda mampu memecahkan masalah sendiri yang mungkin akan dihadapi dalam waktu dekat.

  4. Tidak ada backup untuk konten situs.

    Kebanyakan provider penyedia jasa layanan hosting gratis tidak mendukung fitur backup file, saya rasa ini adalah hal yang buruk. Bayangkan jika situs anda mempunyai konten yang bagus dan mempunyai pengunjung (visitor) kurang lebih 400 per hari misalnya, lalu tiba-tiba situs anda terhapus dari server dikarenakan ada beberapa alasan / pertimbangan dari provider hosting mengenai penghapusan account bersangkutan. Ironisnya anda tidak memiliki file backup ini. Kalau sudah begini, apa yang bisa anda lakukan?

    Saran: Jika masih berminat hosted situs anda pada provider hosting gratis, pastikan provider hosting gratis ini menyediakan fitur backup meskipun kenyataannya saat ini jarang sekali hosting provider gratis yang menyediakan fitur backup.

  5. Website mungkin bisa ditutup (terminate) kapan saja tanda ada pemberitahuan.

    Sebagai pelanggan (customer) yang tidak mengeluarkan biaya apapun untuk hosting situs, langkah penutupan server, penghapusan sebagian website dan tindakan-tindakan sejenis lainnya tanpa ada pemberitahuan adalah hal yang lumrah dilakukan oleh provider hosting gratis. Mereka tidak akan rugi atau menanggung resiko apapun jika menutup server yang tidak menghasilkan income dari customer.

    Kesimpulan: Jika hosted situs anda pada provider hosting gratis, mungkin anda dapat membuka situs anda hari ini dan mungkin keesokan harinya situs anda bisa saja ditutup tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu. Jadi hati-hati!

  6. Bad Uptime.

    Server uptime pada layanan hosting gratis rata-rata rendah (sering down), bahkan mungkin tidak akan sampai 90% untuk beberapa provider. Artinya situs anda akan sering down dari waktu ke waktu dan hal ini memungkinkan visitor tidak akan mau lagi berkunjung lagi ke situs anda dikarenakan situs sering down setiap saat.

    Kejadian seperti ini bisa terjadi karena satu server hosting gratis umumnya digunakan oleh ratusan bahkan ribuan user, bayangkan saja berapa besarnya load ribuan situs yang dibebankan ke satu server.

    Kesimpulan: Jika anda memutuskan hosted situs anda pada provider hosting gratis, anda harus siap menerima konsekuensinya (situs anda akan sering down untuk beberapa saat).

  7. Hosting gratis sangat lemah untuk SEO & SERP.

    Search engine seperti google dan search engine lainnya kurang memperhatikan situs yang hosted menggunakan jasa provider hosting gratis, karena search engine tahu situs-situs ini mungkin bisa tutup kapan saja. Jadi peluangnya sangatlah kecil search engine mau fokus pada konten situs-situs ini.

    Kesimpulan: Jika anda hosted situs pada provider hosting gratis, harap diingat bahwa anda mungkin harus berusaha super keras untuk mendapatkan ranking search engine yang bagus. Hal ini bisa lebih mudah dilakukan jika hosted situs anda pada hosting berbayar.

 

Kesimpulan akhir.

Direkomendasikan anda menjauhkan hosted situs pada provider hosting gratis, kerugian lebih banyak dibandingkan keuntungan yang didapat.

Kenapa tidak mencoba hosting situs pada hosting berbayar, biaya (cost) untuk domain kurang lebih sekitar Rp.80.000 setahun dan biaya untuk hosting hosting mulai dari Rp.15.000 perbulan, bahkan saat ini ada juga yang menawarkan sebesar Rp.6000 per tahun.

Memakai jasa hosting gratis bisa saja anda lakukan namun dengan batasan tertentu, seperti misalnya hanya untuk test website, membuat situs sementara, dan hal lainnya yang sifatnya sementara (tidak permanen).

Harap diingat, anda mungkin mengeluarkan uang beberapa ribu atau puluh ribu rupiah per bulan untuk hosting situs namun di sisi lain anda merasa aman dari segala kerugian seperti yang dijelaskan pada poin-poin di atas.

Artikel Sumber

powered by Blogger | WordPress by Newwpthemes | Converted by BloggerTheme